Korea Selatan telah menjadi destinasi impian bagi banyak pelancong dunia, termasuk wisatawan Muslim dari Indonesia. Selain daya tarik budaya pop dan pemandangan alamnya yang menakjubkan, kuliner jalanan atau street food di Negeri Gingseng ini selalu berhasil menggugah selera. Namun, bagi wisatawan Muslim, mencari makanan yang aman dikonsumsi sesuai syariat Islam tentu menjadi prioritas utama. Kabar baiknya, kini Korea Selatan semakin ramah Muslim dengan banyaknya pilihan kudapan lezat yang bebas dari unsur babi maupun alkohol. Menjelajahi pasar malam di Seoul seperti Myeongdong atau Dongdaemun akan terasa lebih tenang jika Anda mengetahui jenis makanan apa saja yang bisa dinikmati tanpa rasa ragu.
Kelezatan Autentik Tteokbokki dan Eomuk yang Ramah Muslim
Salah satu ikon street food Korea yang paling terkenal adalah Tteokbokki. Kue beras kenyal yang disiram saus gochujang pedas manis ini umumnya bersifat ramah Muslim karena bahan utamanya adalah beras, cabai, dan gula. Namun, wisatawan tetap disarankan untuk bertanya apakah sausnya menggunakan kaldu daging tertentu. Biasanya, tteokbokki disajikan bersama Eomuk atau kue ikan yang ditusuk kayu dan direbus dalam kuah kaldu hangat. Eomuk sangat cocok dinikmati saat cuaca dingin. Pastikan kuah yang digunakan adalah kaldu ikan atau seafood murni tanpa campuran penyedap dari bahan yang dilarang. Kombinasi tekstur kenyal dari kue beras dan gurihnya kue ikan akan memberikan pengalaman rasa autentik Korea yang sulit dilupakan.
Jajanan Manis yang Menggoda Selera
Bagi pencinta makanan manis, Hotteok adalah menu wajib yang tidak boleh dilewatkan. Hotteok merupakan pancake goreng khas Korea yang berisi campuran gula merah, kayu manis, dan kacang tanah. Saat digigit, isian karamel di dalamnya akan meleleh di mulut, memberikan perpaduan rasa manis dan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam. Selain itu, ada juga Bungeoppang, yaitu kue berbentuk ikan yang biasanya berisi pasta kacang merah manis. Bahan pembuatan Bungeoppang umumnya terdiri dari tepung terigu, telur, dan air, sehingga secara alami kategori makanan ini aman untuk wisatawan Muslim. Inovasi terbaru bahkan menghadirkan isian ubi manis atau krim cokelat yang semakin memperkaya pilihan bagi para pelancong.
Seafood Bakar dan Kudapan Keju di Kawasan Myeongdong
Kawasan Myeongdong adalah surga bagi pencinta seafood bakar. Anda bisa menemukan cumi bakar, gurita tusuk, hingga udang panggang dengan mentega yang aromanya sangat menggoda. Karena berbahan dasar hasil laut, makanan ini menjadi opsi yang sangat aman. Selain seafood, terdapat jajanan viral seperti Gyeran-ppang atau roti telur. Kudapan ini berupa roti mungil yang di atasnya diletakkan satu butir telur utuh kemudian dipanggang hingga matang. Rasanya merupakan perpaduan antara gurihnya telur dan manisnya adonan roti. Ada juga Grilled Cheese Lobster atau sate keju panggang yang menggunakan keju mozzarella murni. Kudapan berbasis keju dan telur ini sangat populer karena selain mengenyangkan, bahan-bahannya relatif mudah diidentifikasi kehalalannya oleh wisatawan mancanegara.
Tips Mencari Street Food Halal dengan Nyaman
Meskipun banyak makanan yang secara bahan dasar terlihat aman, sangat penting bagi wisatawan Muslim untuk tetap teliti. Salah satu tips terbaik adalah mencari logo “Muslim Friendly” yang dikeluarkan oleh Korea Tourism Organization atau memeriksa sertifikasi halal di kedai tersebut. Jika tidak menemukan logo, Anda bisa menggunakan aplikasi penerjemah atau menunjukkan kartu bertuliskan bahan-bahan yang tidak boleh dikonsumsi dalam bahasa Korea. Bertanya secara langsung kepada penjual mengenai penggunaan minyak babi atau ekstrak daging juga merupakan langkah bijak. Dengan persiapan yang matang dan pengetahuan mengenai jenis makanan yang tersedia, perjalanan kuliner di Korea Selatan akan menjadi momen yang menyenangkan, mengenyangkan, dan tentunya tetap menjaga keberkahan ibadah Anda selama berlibur.












