Home :: Details :: Bekas Kediaman Keluarga Takeda

Bekas Kediaman Keluarga Takeda

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Mempertahankan gambar pahlawan terkenal Takeda Shingen yang merupakan panglima perang yang terkenal dengan sebutan "Macan dari Kai". Takeda Shingen adalah seorang pemimpin militer Kai (saat ini Prefektur Yamanashi), merupakan salah satu panglima perang paling terkenal selama zaman Dunia Perang di Jepang sekitar 100 tahun dari akhir abad ke-15, dan hingga kini ia tetap merupakan tokoh populer dalam Jepang, namanya juga sering muncul dalam drama televisi dan juga karya sastra novel di Jepang. Shingen memenangkan banyak pertempuran selama lebih dari 30 tahun dari usianya 21 tahun ketika ia menjadi pemimpin domain. Ia juga melakukan upaya yang kuat untuk upaya pencegahan banjir dan usaha pengembangan pertanian dan perdagangan dan mengabdikan dirinya untuk penduduk yang berada di bawah kekuasaannya pada masa itu. Kediaman Takeda ini telah ditinggali oleh 3 generasi keluarga Takeda yaitu Nobutora, Shingen, dan Katsuyori yang umum dikenal sebagai "Tsutsujigaoka Yakata". Kini kediaman keluarga Takeda terdaftar sebagai Situs Nasional Bersejarah. Pada masa lalu kontrusksi bangunan ini berbentuk persegi empat seluas sekitar 200 meter yang pada setiap sisinya dikelilingi oleh tempat tinggal para samurai pengikutnya, dan di sebelah selatannya adalah sebuah kota benteng dengan jaringan jalan. Hingga kinipun, masih tersisa parit asli, dinding batu dan sumur tua kediaman Takeda yang menunjukkan pamor dari klan itu. Shingen juga menulis sebuah puisi terkenal yang berbunyi, "Orang-orangku adalah kastil, orang-orangku adalah tembok batu, orang-orangku adalah parit, pembayaran kasih sayang dan pengembalian kebencian". Sesuai dengan puisi itu, sampai dengan kematiannya Shingen tidak pernah membuat istananya penuh dengan keangkuhan. Kini, para pengunjung juga dapat melihat Kuil Takeda di tempat ini yang dibangun pada tahun 1919. Kuil ini banyak menarik para pengunjung yang mencintai Shingen dari seluruh Jepang. Rumah harta karun yang berdekatan dengan kuil ini memamerkan benda-benda yang berhubungan dengan keluarga Takeda. Di sini juga terdapat tanaman pohon pinus bedaun 3 (Sanyo no Matsu) yang sangat jarang ditemui di Jepang. Pohon-pohon ini oleh masyarakat setempat dipercaya bisa membawa keberuntungan dalam ekonomi dan karir, karena daun-daun pohon ini baru akan gugur setelah ia berubah menjadi warna emas.


Lokasi



Archaeological
open closed : 9:00-16:30. Open every day of the year.
fee : Admission Fee: Free (300 yen for the treasure hous
Adress Address: 2611 Kofuchu-machi, Kofu, Yamanashi
Phone Phone: 055-252-2609