Kota Yanagawa, Venesia dari Jepang yang Mempesona

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Kota Yanagawa memiliki sebutan “Venesia dari Kyushu” karena dikelilingi kanal-kanal di mana wisatawan dapat menyusuri kota dengan perahu.

Ada banyak kota di Jepang yang telah dibahas www.jepanginfo.co.id. Namun selalu ada kota menarik lainnya di Jepang yang sangat menarik untuk di bahas. Kali ini kami akan mengajak Anda berkeliling di salah satu kota di Prefektur (provinsi) Fukuoka, yang berada di daerah selatan Jepang. Kota ini merupakan kota tua dengan suasana pedesaan yang asri. Untuk Anda yang ingin merasakan menyusuri sungai dengan kapal pesiar, kota ini adalah tujuan yang pas. Kota tua ini bernama Kota Yanagawa.

Apa saja daya tarik lain dari kota ini dan objek yang menarik untuk dikunjungi? Mari menjelajahi kota ini bersama dan temukan jawabannya di bawah ini!

Mengenal Kota Yanagawa

Kota Yanagawa atau Yanagawa-shi adalah sebuah kota kecil yang berada di Prefektur Fukuoka. Kota ini memiliki julukan “Venesia dari Kyushu” dengan kanal sepanjang 470 kilo meter. Kota ini berlokasi di kawasan di dekat muara sungai Chikugo-gawa yang bermuara di Laut Ariake. Daerahnya yang berada di dekat sungai, menjadikan kota ini dibangun dengan banyak kanal-kanal yang telah ada sejak ratusan tahun lalu untuk keperluan irigasi. Sebab penduduk kota ini sebagian besarnya berprofesi sebagai petani.

Namun kini sebagian besar kanal telah dipugar dan dibangun kembali dan diapit oleh  “donkobune.” Donkobune sendiri merupakan kapal pesiar berbentuk perahu datar rendah. Kapal ini akan dibawa berkeliling sungai oleh seorang pria dengan tiang, membawa wisatawan dengan kapal pesiar pendek yang dikenal sebagai kawakudari (menuruni sungai) di sekitar kota. Ini merupakan cara terbaik bagi wisatawan untuk menikmati pemandangan kota tua ini dan menjadi daya tarik terbesarnya.

Untuk sampai di kota bersejarah ini, Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi melalui jalur Kyushu Expresway menuju Miyamani Yanagawa Interchange atau kendaraan umum. Anda dapat mengambil rute dari Fukuoka dengan naik kereta api di Stasiun Nishitetsu di kota Fukuoka untuk menuju ke Staisun Nishitetsu di kota Yanagawa. Perjalanan menggunakan kendaraan umum memakan waktu sekitar 45 menit.

Daya Tarik Kota Yanagawa

Menyusuri Kanal Bersejarah

Daya tarik utama kota air ini adalah menyusuri kanal-kanalnya dengan kapal pesiar untuk melihat pemandangan kota tua ini. Kanal-kanal di kota ini sendiri telah diperkuat ketika kota tua ini bertransformasi menjadi kota istana. Transformasi ini terjadi sesaat sebelum awal periode Edo, tepatnya pada awal abad ke-17.

Saat ini, para wisatawan dapat menyusuri seluruh bagian kanal dengan perahu pesiar yang disebut “donkonbune.” Donkobune ini dikendarai dengan caran mendayung perahu menggunakan tongkat panjang untuk mendorong perahu sempit melewati kanal. Yang menarik, pendayung atau pengemudi kapal ini menggunakan baju tradisional yang elegan. Pengemudi ini juga berperan sebagai pemandu wisata yang menyenangkan.

Para pengemudi kapal yang sekaligus berpean sebagai pemandu ini akan menjelaskan berbagai hal tentang kota tua ini, termasuk sejarah kota yang mengesankan. Tidak sampai disitu, mereka juga akan menyanyikan lagu-lagu atau rima yang ditulis oleh Hakushu Kitahara, seorang pujangga terkenal yang berasal dari kota ini.

Mereka juga akan membagi pengalaman dari banyak penumpang terdahulu, yang datang bergantian dari waktu ke waktu. Layanan perahu ini dapat Anda rasakan kapanpun saat Anda berkunjung karena tersedia sepanjang tahun.

Rute kapal ini sendiri, biasanya akan melewati kastil tua, dengan pohon-pohon willow pada bank-bank yang memantulkan bayangan di dalam air. Lalu melewati gudang bata merah yang dibangun pada awal abad ke-20. Anda juga akan melewati dinding “namako” yang merupakan gudang tradisional bergaya Jepang yang  ditutupi dengan ubin persegi yang disambung dengan mengangkat plester. Waktu pelayaran yang memakan waktu sekitar 70 menit ini tidak akan terasa sama sekali.

Bertamu ke Rumah Milik Klan Ohana

Salah satu klan yang menguasai dan mendominasi kota ini adalah Klan Tachibana. Kediaman mereka berdiri megah seluas 23 kilo meter persegi dan dikelilingi oleh tiga kanal sekaligus di tiga sisinya yang disebut Kediaman Ohana. Kediaman keluarga penguasa ini dibangun pada tahun 1697, namun fitur utama bangunan ini baru dibangun pada tahun 1910 oleh penguasa ke-14 kota ini.

Di dalam kediaman keluarga penguasa ini terdapat sebuah danau yang sekelilingnya dipenuhi pohon pinus hitam. Di depan danau ini terdapat aula besar yang biasa menjadi tempat perjamuan bergaya khas jepang dengan lantai dari tatami. Selain bangunan bergaya tradisional, Anda juga akan menemukan bangunan Seiyokan bergaya Barat yang memesona.

Tidak hanya itu, untuk mengenang dan menyimpan barang-barang peninggalan Klan Tachibana, di bangun sebuah museum di kawasan kediaman Ohana. Di museum ini Anda dapat melihat berbagai benda peninggalan klan dipamerkan dengan indah. Anda dapat melihat sekaligus mempelajari sejarah keluarga Tachibana dan Kota Yanagawa sekaligus.

Menikmati Festival yang Meriah

Di kota tua ini sering diadakan berbagai festival setiap tahunnya. Kebanyakan dari festival yang diadakan ini berpusat di sekitar kanal dan perahu-perahu yang terparkir di kanal ini. Festival Parade Air Ohina-sama adalah festival terkenal yang berpusat di sekitar kanal.

Selain itu, festival juga biasa diadakan di Suitengu, sebuah kuil indah yang berada di tepi sungai. Festival di kuil Suitenga ini rutin diadakan setiap tanggal 3 sampai dengan 5 Mei setiap tahunnya. Rangkaian acara dalam festival ini diisi dengan tarian-tarian elegan dan meriah juga nyanyi-nyanyian tradisional yang akan memanjakan indera pendengaran Anda.

Festival yang juga menarik adalah Festival Hakushu, festival ini khusus diadakan untuk mengenang seorang seniman lokal kota ini, Kitahara Hakushu. Ia adalah seorang pujangga yang sangat terkenal pada era Meiji. Seniman ini banyak menulis lagu anak-anak yang sering dinyanyikan para pengemudi perahu untuk menghibur penumpang. Festival untuk mengenangnya diakan selama tiga hari di bulan November setiap tahunnya. Festival berlangsung dengan acara pembacaan puisi, musik, dan melihat kembang api di malam hari. Festival ini juga berpusat di kanal-kanal, sehingga peserta festival umumnya naik perahu untuk menikmati acara.

Terakhir, Anda dapat ikut memeriahkan festival Hinamatsuri. Festival ini adalah festival boneka yang diadakan pada musim semi. Anda dapat melihat banyak sekali boneka dengan yang dipakiakan busana era Heian dari abad ke 8 hingga 12 dipajang di berbagai sudut kota, rumah-rumah, hingga toko-toko. Bahkan beberapa penduduk dengan senang hati membiarkan wisata untuk masuk dan melihat berbagai boneka yang ada di rumah mereka.

Kegiatan Wisata di Musim Semi dan Musim Dingin

Jika Anda penasaran kapan waktu terbaik mengunjungi kota “kembaran” Venesia ini, maka musim semi adalah jawabannya. Selain festival Hinamatsuri yang akan membawa Anda mengingat sejarah karena boneka-boneka yang mengenakan busana abad ke 8 dan 12, Anda juga dapat melihat bunga musiman. Bunga musiman seperti cherry, peach, dan bunga iris dapat Anda nikmati keindahannya. Bunga-bunga ini adalah alasan lain yang menyenangkan mata penumpang.

Berkunjung selama musim dingin juga tidak kalah menyenangkan. Setelah menghabiskan waktu berkeliling kota dengan perahu melewati kanal-kanal, Anda dapat menghangatkan diri dengan 'hibachi' anglo pada 'kotatsu' yang merupakan peralatan pemanas Jepang yang juga tersedia di  kapal.

Perjalanan Anda akan semakin indah jika diawali atau diakhiri dengan mencicipi hidangan lokal kota ini yang konon telah ada sejak 300 tahun yang lalu. Hidangan yang paling terkenal adalah Unagi, yaitu belut air tawar. Belut ini diolah dengan cara yang istimewa dan disajikan bersama nasi hangat dengan peralatan makan dari kerajinan pernis. Olahan ini semakin lezat dengan saus manis di atasnya.

Berburu Kerang di Pantai Laut Ariake

Kegiatan seru yang terakhir adalah berburu kerang di pantai Laut Ariake. Di kota ini juga disewakan perahu yang dapat digunakan untuk penggalian atau jalan-jalan yang dimasukkan ke dalam layanan di Laut Ariake. Perahu yang digunakan untuk menggali kerang dalam pelayanan biasanya di buka dari awal musim semi hingga awal musim gugur. Dengan perahu ini Anda dapat  pergi berlayar sejauh 2 sampai 4 kilometer lepas pantai.

Pada saat laut suru, para wisatawan dapat turun ke Tideland dan mulai menggali kerang 'Asari dan kerang bahtera. Biasanya penyewaan perahu ini diberikan waktu sekitar 3 jam. Selain itu, jalur biasanya diputuskan tergantung pada kondisi air pasang. Namun untuk dapat menikmati perjalanan satu ini, Anda harus memesan layanan terlebih dahulu. Setelah memesan dan berkunjung ke kota, Anda dapat menikmati dan membuktikan sumber daya alam Kota Yanagawa yang berlimpah.

Bagaimana, apakah Anda tertarik untuk berkunjung ke kota air ini? Ada banyak sekali hal yang dapat Anda nikmati di kota ini. Tentu saja kegiatan paling menyenangkan adalah berperahu mengelilingi kota. Selain itu, kegiatan yang tidak kalah seru adalah berburu kerang pada musim semi. Menyaksikan berbagai festival juga tidak kalah menyenangkan. Jadi, apa kegiatan menyenangkan yang akan Anda lakukan pertama kali di kota ini?


Historic Towns
open closed : -
fee : -
Adress Fukuoka, Jepang
Phone -