Moji Port Retro Area : Pelabuhan dengan Desain Arsitektur Barat

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Di Jepang, terdapat sebuah area pelabuhan dengan arsitektur Barat. Area pelabuhan ini adalah Moji Port Retro Area, terletak di Kitakyushu-shi, Perfektur Fukuoka.

Jepang memiliki banyak sekali tempat-tempat yang dipergunakan untuk melestarikan bangunan-bangunan bersejarah. Tempat-tempat ini pada akhirnya menjadi sebuah tempat yang indah yang mengesankan, yang mampu membawa pengunjungnya ke atmosfir masa lampau pada saat itu. Salah satu area yang dipergunakan untuk melestarikan bangunan bersejarah adalah Moji Port Retro Area. 

Ada yang unik dari area yang satu ini.

Apa, sih, yang unik dari area yang satu ini?

Yuk, disimak liputannya!

Moji Port Retro Area

Moji Port Retro Area merupakan sebuah pelabuhan dengan gaya arsitektur yang dipengaruhi oleh Barat. Gaya arsitektur yang dipengaruhi oleh Barat ini dari era kemakmuran sekaligus modernisasi yang lalu. Pelabuhan yang satu ini merupakan rumah bagi banyak bangunan bersejarah. Bangunan-bangunan bersejarah ini telah bertahan sekaligus dilestarikan dalam kondisi murni sejak akhir abad ke sembilan belas. Daerah yang satu ini sangatlah menarik, terutama di malam hari. Banyak sekali orang yang mengunjungi daerah ini dengan tujuan untuk melihat bangunan yang sangat terpelihara dengan baik ini.

Layaknya area tempat-tempat bersejarah, area yang satu ini pun memiliki sejarahnya sendiri. Adapun sejarah dari area yang satu ini adalah sebagai berikut.

Sejarah Moji Port Retro Area

Pelabuhan Moji atau Mojiko memiliki sejarah yang kaya dengan lebih dari 120 tahun. Dan hal ini mulai dari awal periode Meiji hingga hari ini.

Moji sendiri merupakan salah satu dari lima kota yang bergabung untuk membentuk kota yaitu kota Kitakyushu pada tahun 1963. Kota Moji merupakan sebuah kotamadya terdekat Kyushu di dekat Honshu. Pelabuhan Moji atau Mojiko telah menonjol sebagai pelabuhan perdagangan internasional sejak akhir abad ke sembilan belas.

Pada tahun 1889, Kawasan Pelabuhan Mojiko ditetapkan sebagai Pelabuhan Nasional Khusus. Hal ini dikarenakan kedekatannnya dengan China dan pentingnya pelabuhan ini sebagai pusat ekspor batubara. Pelabuhan berkembang dengan baik, dengan banyaknya lembaga keuangan dan perusahaan pedagang menetap di daerah tersebut. Lembaga keuangan dan perusahaan pedagang yang menetap di daerah tersebut pun membangun bangunan-bangunan bergaya Barat, yang sedang populer pada saat itu.

Saat ini, meskipun kegiatan pelabuhan utama telah dipindahkan ke lokasi yang lebih baru yaitu di Pelabuhan Shin-Moji, Pelabuhan Moji tetap mempertahankan relevansi-nya sebagai tujuan wisata dengan rasa dari masa lalu. Hal ini terjadi semua berkat beberapa bangunan bergaya Barat yang terpelihara dengan baik dari Periode Meiji dan Taisho.

Seperti Apa, Sih, Moji Port Retro Area Tersebut?

Beberapa bangunan yang terdapat di kota pelabuhan ini dibangun antara Era Meiji dan Era Taisho. Bangunan-bangunan ini masih berdiri hingga sekarang. Hari ini, terdapat salah satu dari beberapa stasiun kereta api yang unik, yang dibuat hampir seluruhnya dari kayu. Stasiun Mojiko merupakan salah satu dari banyak bangunan yang memancarkan suasana agung sekaligus nostalgia yang terkenal dengan kota ini.

Saat Anda berjalan melalui Pelabuhan Moji atau Mojiko, Anda akan menemukan banyak atraksi seperti pertunjukan air dan cahaya. Atraksi-atraksi ini dimulai dari malam hari. Terdapat banyak tempat juga untuk berbelanja kemudian museum sejarah sekaligus galeri seni untuk dilihat. Anda juga dapat menemukan titik-titik pemandangan yang cantik yang hebat hanya berjarak satu mil jauhnya di daerah yang bernama Mekari. Disini, Anda dapat mengagumi hamparan besar dari Jembatan Kanmon. Anda juga dapat melihat keluar Selat Kanmon, yang telah menjadi tempat dari banyak peristiwa bersejarah dan penting sepanjang waktu.

Bangunan-Bangunan yang Dapat Dinikmati di Moji Port Retro Area

Stasiun Mojiko

Stasiun Mojiko merupakan stasiun tertua di Jalur Kagoshima. Stasiun ini pertama kali di buka pada tanggal 01 Februari pada tahun 1914. Struktur kayu simetris dari stasiun ini dibangun dalam Gaya Neo-Renaissance. Pada tahun 1988, bangunan ini menjadi stasiun kereta api pertama yang ditunjuk sebagai Properti Budaya Nasional.

Berjalan santai dari stasiun akan membawa Anda ke beberapa bangunan bersejarah lainnya. Bangunan-bangunan bersejarah ini terletak di daerah tepi laut yang sangat menarik. Semua bangunan ini awalnya dibangun sekitar seabad yang lalu. Bangunan-bangunan bersejarah ini dibangun dengan tujuan untuk mengakomodasi sekaligus memfasilitasi bisnis yang sedang berkembang, semuanya berkat perdagangan yang berkembang dengan benua Asia. Beberapa dari bangunan-bangunan bersejarah juga terbuka untuk pengunjung dan rumah orang-orang seperti perpustakaan, kemudian kafe, restoran dan museum.

Gedung Bea Cukai Moji

Terdapat sebuah bangunan bata merah yang menarik perhatian di area pelabuhan ini. Bangunan ini merupakan bekas Gedung Bea Cukai Moji. Gedung ini sekarang memiliki galeri yang bebas untuk dimasuki oleh orang-orang. Sulit sekali untuk melewatkan bangunan tertinggi di area ini sejauh ini. Juga terdapat Mojiko Retro Observation Room yang memiliki ketinggian 103 meter di atas tanah. Observation Room yang satu ini menyediakan pemandangan yang indah dari pelabuhan sekaligus kota Shimonoseki melintasi Selat Kanmon yang luas. Sejarah dari selat juga diperingati di Museum Kanmon Kaikyo. Museum Kanmon Kaikyo merupakan sebuah museum yang modern yang terletak di sepanjang air.

Gedung Bea Cukai Moji dibangun pada tahun 1909. Namun gedung yang ada sekarang dibangun pada tahun 1912. Gedung bea cukai ini digunakan sebagai kantor bea cukai hingga awal periode Showa. Lantai satu dari bangunan ini memiliki lounge, kemudian meja public relation, dan coffee shop. Sementara lantai dua bangunan ini memiliki sebuah fine arts gallery. Bangunan yang satu ini dibuka mulai dari pukul 09.00 AM hingga 17.00 PM dan tidak dibutuhkan biaya masuk untuk masuk ke gedung yang satu ini.

Kaikyo Plaza

Anda juga dapat berjalan-jalan romantis di sepanjang jalan-jalan khusus pejalan kaki di tepi laut. Hal ini akan membawa Anda ke Kaikyo Plaza, sebuah fasilitas perbelanjaan dimana souvenir sekaligus produk-produk lokal dijual. Produk pisang merupakan spesialisasi dari Moji Port Retro Area. Moji Port Retro Area juga secara tradisional telah menangani pisang impor dari Asia Tenggara.

Atraksi-Atraksi Lainnya

Bangunan-bangunan di area pelabuhan ini juga telah menjadi simbol kota. Area ini juga dikunjungi oleh sekitar dua juta orang di setiap tahunnya. Beberapa bangunan terbuka untuk pengunjung. Terdapat perpustakaan, kemudian kafe, restoran dan museum.

Makanan di Moji Port Retro Area

Pada masa kejayaannya, Pelabuhan Moji makmur merupakan sebuah pelabuhan internasional utama. Pelabuhan ini membawa pengaruh kuliner dari seluruh dunia ke Jepang. Kota pelabuhan kecil ini juga dikenal sebagai salah satu dari sedikit tempat dimana penduduk setempat dapat menemukan hidangan yang berasal dari wilayah asing. Banyak hidangan terkenal baru yang dapat ditemukan disini, di Pelabuhan Moji, dan hal ini termasuk yaki curry atau kari panggang, kemudian miso pork ribs atau iga babi miso dan mie chanra. Mie chanra ini kurang dikenal luas, tetapi sangatlah populer di kalangan penduduk setempat. Kepopulerannya ini dikarenakan mie ini merupakan perpaduan antara mie chanpon dan mie ramen yang kreatif namun sangat berselera tinggi.

Yaki curry dapat ditemukan di lebih dari tiga puluh restoran lokal dan miso pork ribs atau tulang rusuk babi miso mendapatkan rasa juicy-nya dengan diasinkan dalam miso merah sebelum dipanggang.

Apabila Anda memutuskan untuk datang berkunjung ke area pelabuhan yang satu ini, jangan lupa juga dengan makanan laut lokal yang sangat lezat. Terutama untuk blow fish, kemudian octopus atau gurita serta cumi-cumi yang ditangkap di lepas pantai di Selat Kanmon.

Bagaimana? Tertarik untuk Mengunjungi Area Bangunan Bersejarah Ini?

Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi area bangunan bersejarah yang satu ini, Anda dapat mengunjunginya di Moji-ku, Kitakyushu-shi, Perfektur Fukuoka, Jepang.

Anda dapat mengaksesnya dengan kereta api. Stasiun Mojiko terhubung dengan Stasiun Kokura dengan JR Kagoshima Line. Waktu perjalanan yang dibutuhkan adalah tiga belas menit dengan biaya 280 yen dan terdapat kereta yang sering datang. Stasiun Mojiko beserta dengan berbagai tempat wisata yang lain yang terdapat di sekitar Pelabuhan Moji, terletak di dalam area yang membentang sekitar dua kilometer di sepanjang teluk. Daerah ini nyaman sekali dijelajahi dengan berjalan kaki.

Demikian informasi mengenai Moji Port Retro Area.

Itulah keunikan dari area pelabuhan yang satu ini. Ada area pelabuhan di Jepang, yang gaya arsitekturnya berupa gaya arsitektur Barat! Bangunan-bangunan disini juga memiliki gaya arsitektur yang sangatlah indah, yang layak sekali untuk dinikmati! Belum lagi terdapat festival-festival yang diselenggarakan di sepanjang tahunnya, yang tentunya sangat menarik. Sebagai contoh, Mojiko Oyster Fair dan Chikuzenkai Hitotsubukaki Baked Oyster Festival, yang diselenggarakan pada tanggal 01 Januari, beserta festival-festival menarik lainnya. Semoga informasi mengenai area pelabuhan yang satu ini dapat bermanfaat untuk Anda dan jangan lupa, akses terus website jepanginfo.co.id!

Terima kasih!


Lokasi



Historic Towns
open closed : -
fee : -
Adress Address: Moji-ku, Kitakyushu City, Fukuoka
Phone Phone: 093-332-0106 (Mojiko Re