Dazaifu Tenman-gu Shrine, Kuil yang Mengabadikan Sugiwara Michizane

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Dazaifu Tenman-gu Shrine, kuil Shinto yang terletak di Dazaifu, mengabadikan Sugiwara Michizane. Disini, Anda dapat berdoa demi keberhasilan studi belajar Anda. Di antara ratusan Kuil Tenmangu yang terdapat di seluruh Jepang, Dazaifu Tenman-Gu Shrine merupakan shrine yang paling penting bersama dengan Kyoto Kitano Tenmangu. Kuil Tenmangu yang satu ini, yakni Dazaifu Tenman-Gu Shrine, didedikasikan untuk semangat dari Sugawara Michizane. Sugawara Michizane merupakan seorang sarjana sekaligus politisi yang ada selama periode Heian. Sugawara Michizane, dikarenakan pembelajarannya yang sangat hebat, telah dikaitkan dengan Tenjin. Tenjin sendiri merupakan dewa pendidikan Shinto, dan merupakan dewa yang populer di kalangan siswa.

Highlight Dazaifu Tenman-Gu Shrine

Shrine Dazaifu Tenman-Gu Shrine merupakan shrine yang mengabadikan Sugawara Michizane, atau Tenjin, yang merupakan dewa pembalajaran. Shrine yang satu ini menyambut lebih dari satu juta pengunjung di setiap tahunnya. Shrine ini juga merupakan salah satu kuil Shinto paling penting yang ada di Jepang, kepala dari dua belas ribu kuil Tenjin yang tersebar di seluruh negeri Jepang dan salah satu tempat teratas untuk dikunjungi di Perfektur Fukuoka.

Shrine dan sekitar dari shrine ini terlihat kuno, tetapi pendekatannya terhadap seni tidak lekang oleh waktu. Shrine ini bekerja sama dengan seniman internasional untuk menciptakan program yang kaya akan acara seni mutakhir sekaligus memadukan spritualitas dan kreativitas dalam lingkungan yang unik sekaligus terbuka untuk semua.

Lalu apa yang membuat shrine ini begitu luar biasa?

Yuk, disimak liputannya!

Dazaifu Tenman-Gu Shrine sebagai Sanctuary untuk Belajar

Dazaifu Tenman-Gu Shrine terkait erat sekali dengan pembelajaran. Hal ini dikarenakan warisan dari Sugawara Michizane. Sugawara Michizane sendiri merupakan salah satu sarjana paling berpengaruh sekaligus terkenal dalam sejarah Jepang. Siswa sekaligus peserta ujian dari Jepang dan luar negeri mengunjungi shrine yang satu ini. Mereka datang untuk berdoa agar sukses dalam studi mereka. Sebagian yang lain datang juga untuk mengungkapkan rasa terima kasih atas prestasi-prestasi ilmiah yang dihasilkannya. Dikarenakan pembelajaran merupakan sebuah pengejaran seumur hidup, Dazaifu Tenman-Gu Shrine menarik pengunjung yang mencari pertumbuhan dan kebijaksanaan pribadi. Dan pengunjung ini berasal dari segala usia dan dari seluruh bagian masyarakat.

Shrine ini mendorong pengunjung untuk mengalami Shinto. Kemudian mendorong pengunjung juga untuk sekaligus belajar mengenai Sugawara Michizane di sebuah lingkungan yang ramah. Informasi yang terdapat dalam shrine ini merupakan informasi multi-bahasa, menjelaskan mengenai kebiasaan Shinto, seperti menawarkan suatu doa ataupun jimat. Di Museum Sejarah Kanko yang terletak di belakang honden (aula utama) atau tempat suci, sebuah diorama berwarna-warni yang menampilkan boneka Hakata tradisional, menceritakan mengenai kisah kehidupan dari Sugawara Michizane. Karya seni sekaligus artefak paling berharga yang terkait dengan Sugawara Michizane sekaligus periode Heian dimana pria ini tinggal dipamerkan di Museum Dazaifu Tenmangu.

Tempat Perlindungan untuk Budaya dan Seni, Dazaifu Tenman-Gu Shrine

Sugawara Michizane merupakan seorang penyair master. Ia juga merupakan seorang seorang kaligrafer berbakat sekaligus sarjana sastra terkenal. Pria ini menyusun banyak sekali puisi-puisi klasik yang terkenal. Beberapa karya aslinya dipajang di Museum Dazaifu Tenmangu. Penguasaan seni sastra kemudian kontribusi besar yang pria ini lakukan untuk budaya kemudian juga untuk masyarakat Jepang telah banyak mengilhami orang. Mengilhami orang untuk menyumbangkan puisi, kemudian kaligrafi sekaligus karya seni lainnya ke Daizaifu Tenman-Gu Shrine selama berabad-abad sejak kematian dan deifikasi dari pria ini. Karya-karya  ini termasuk gulungan gambar, kemudian keramik, topeng Noh, dan barang-barang lainnya yang bernilai artistik sekaligus budaya.

Didewakan sebagai Tenjin, pria ini, Sugawara Michizane juga dihormati sebagai dewa pembalajaran, budaya dan seni. Dazaifu Tenman-Gu Shrine memiliki koleksi karya seni sekaligus artefak-artefak budaya penting yang sangat luas. Banyak, seperti anjing kuil komainu marmer, kemudian gerbang torii abad ke empat belas, sekaligus patung lembu yang terbuat dari perunggu dipajang di pekarangan shrine ini, sementara yang karya yang lain dipamerkan di dua museum, yaitu di tempat Museum Dazaifu Tenmangu dan Museum Sejarah Kanko. Membangun reputasinya sebagai sebuah tempat perlindungan bagi budaya sekaligus seni, shrine ini memiliki program seni-nya sendiri. Kuil yang satu ini berkolaborasi dengan seniman-seniman terkemuka untuk menghasilkan karya-karya kontemporer yang terinspirasi oleh Shinto. Karya-karya kontemporer ini menawarkan perspektif yang segar sekaligus menggugah pikiran mengenai iman asli dari Jepang.

Bagian-Bagian Dazaifu Tenman-Gu Shrine

Terdapat bagian-bagian dari shrine ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

Torii

Torii merupakan sebuah gerbang yang terbuat dari batu yang menandai tanah-tanah suci sekaligus fitur-fitur umum dari kuil-kuil yang ada di Jepang.

Shingyu

Shingyu yang merupakan patung lembu dalam shrine ini yang dipergunakan sebagai persembahan. Beberapa pengunjung kuil menepuk kepala dari shingyu ini dengan harapan akan menjadi lebih bijaksana.

Taiko-Bashi

Taiko-Bashi yang berbentuk melengkung, yang menawarkan pemandangan indah kembali ke pintu masuk sekaligus maju menuju gerbang romon yang memiliki dua lantai yang mengarah langsung menuju tempat kudus utama dari shrine ini. Jembatan ini merupakan sebuah tempat foto yang populer, dengan bentuk jembatan yang dinamis sekaligus melengkung, yang terefleksikan di air. Merah terang dari pagar jembatan kontras dengan tanaman hijau.

Kirin

Kirin merupakan makhluk mitos yang berasal dari cerita rakyat China. Wujud dari makhluk mitos ini adalah kepala naga dengan tubuh kuda atau rusa. Mereka mewakili umur panjang, kemudian kemegahan, kebijaksanaan dan perayaan. Patung ini di shrine ini merayakan karakter Sugawara Michizane yang dihargai sekaligus kontribusinya terhadap budaya dan masyarakat Jepang.

Honden

Honden merupakan jantung spiritiual dari kompleks shrine ini dan mengabadikan dewa Tenjin. Tempat ini menandai tempat peristirahatan terakhir dari Sugawara Michizane. Honden ini sendiri merupakan struktur arsitektur yang mengesankan dengan atap dramatis miring, dihiasi dengan warna-warna yang kaya dan dengan ukiran yang halus. Struktur yang ada pada saat ini dibangun pada tahun 1591 dan merupakan Properti Budaya Penting Jepang dan menggantikan Honden abad ke sepuluh.

Honden juga merupakan tempat perlindungan utama sekaligus merupakan pusat dari kegiatan kuil. Disini, pengunjung dari Honden dapat mengamati doa pagi, kemudian ritual Shinto, sekaligus kedatangan harian dan perginya para imam dari shrine ini yang menggunakan jubah-jubah formal berwarna-warni mereka.

Komainu

Komainu yang sering disebut juga dengan anjing singa, merupakan sebuah patung makhluk mitos. Patung yang satu ini menjaga shrine dari kejahatan. Komainu selalu berpasangan. Satu Komainu laki-laki di sebelah kanan dengan mulut terbukanya dan satu lagi Komainu perempuan di sebelah kiri dengan mulut tertutupnya. Empat pasang Komainu yang melapisi jalan menuju Honden di shrine ini, termasuk sepasang Komainu yang sangat mencolok. Sepasang Komainu ini memiliki tubuh marmer putih sekaligus mata hitam yang menusuk. Komainu ini menjaga Honden.

Tobiume

Tobiume atau plum terbang. Plum terbang ini berdiri di sebelah kanan dari Honden. Tobiume merupakan yang paling terkenal diantara enam ribu pohon plum yang ada di shrine ini. Sugawara Michizane selalu menyukai pohon plum sejak kecil. Bahkan saat pria ini meninggalkan Kyoto untuk pengasingannya di Dazaifu, pria ini menulis penghormatan kepada pohon plum favoritnya dalam sebuah puisi. Menurut legenda, pohon plum pun tidak tahan untuk dipisahkan darinya. Pohon plum ini bahkan sampai mencabut dirinya dari kebun dan terbang ke Dazaifu untuk bersama dengan pria ini.

Kuil Nakashima

Kuil Nakashima merupakan salah satu dari beberapa kuil miniatur. Kuil ini  terletak di bagian terpencil yang sangatlah indah dari pekarangan di samping Honden. Kunjungi untuk melihat lebih dekat pada kuil-kuil tambahan yang dibuat dengan indah ini. Habiskan waktu sejenak di lahan yang teduh dengan pohon cherry, kemudian maple, kolam dan air terjun kecil. Apabila kunjungan Anda bertepatan dengan musim bunga sakura, mampirlah untuk menikmati pemandangan Kuil Nakashima yang sempurna, yang dibingkai dengan indah dalam warna-warna merah muda.

Dazaifu Tenmangu Museum

Bagian ini menampung sekitar lima puluh ribu barang bersejarah sekaligus karya seni yang sangat berharga. Barang bersejarah sekaligus karya seni ini menawarkan wawasan mengenai sejarah kuil yang kaya sekaligus kehidupan dari Sugawara Michizane.

Selain bagian-bagian yang disebutkan di atas, bagian shrine lainnya yang layak untuk dinikmati adalah Kuil Tenkai Inari, sebuah kuil kecil yang terletak di bagian yang tenang dari pekarangan shrine ini.

Jadi Bagaimana? Tertarik untuk Mengunjungi Shrine yang Satu Ini?

Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi shrine yang satu ini, Anda dapat mengunjunginya langsung di 4-7-1 Saifu, Dazaifu-shi, Fukuoka.

Shrine ini berjarak lima menit dengan berjalan kaki ke arah timur Stasiun Dazaifu. Atau, kuil juga dapat dicapai dalam satu menit dengan menaiki bus (harganya seratus yen, terdapat tiga bus per jam). Turunlah di halte bus Miya-mae.

Demikian informasi mengenai Dazaifu Tenman-Gu Shrine. Akses terus website jepanginfo.co.id dan semoga informasi mengenai shrine yang satu ini dapat bermanfaat untuk Anda!

Terima kasih!


Berjalan

[Walk]Nishitetsu Dazaifu Stn./3-min. walk


Lokasi



Shrines, Temples & Churches
open closed : -
fee : Free in the shrine precincts Houmotsu-den (Treasu
Adress 4-7-1 Saifu, Dazaifu-shi, Fukuoka
Phone -