Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine, Kuil Suci Shinto

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Terdapat shrine Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine di pulau Oshima, Shrine tersebut merupakan salah satu dari kuil Shinto Munakata Taisha. Negara Jepang memiliki banyak sekali shrine. Shrine-shrine ini layak sekali untuk dikunjungi dikarenakan faktor-faktor yang terdapat di dalamnya, seperti untuk keperluan ibadah, untuk sekedar melihat-lihat, atau bahkan liburan.

Seperti apakah shrine ini?

Yuk, disimak liputannya!

Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine, Salah Satu dari Tiga Kuil Munakata Taisha

Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine (Nakatsu-gu atau Nakatsu-miya) merupakan salah satu dari tiga kuil Shinto Munakata Taisha. Munakata Taisha sendiri merupakan kumpulan dari tiga kuil Shinto yang lokasinya terletak di Munakata, Perfektur Fukuoka, Jepang. Munakata Taisha merupakan kepala dari sekitar enam ribu kuil Munakata yang terdapat di seluruh negeri Jepang. Meskipun nama Munakata Taisha mengacu pada tiga kuil Shinto yaitu Hetsu-gu, kemudian Nakatsu-gu dan terakhir Okitsu-gu, biasanya nama Munakata Taisha merujuk pada satu shrine saja yaitu Hetsu-gu. Seperti yang telah didokumentasikan dalam buku tertua di Jepang, yaitu Nihon Shoki, kuil-kuil ini dikhususkan untuk tiga dewi Munakata atau biasa dikenal juga dengan Munakata-sanjojin.

Letak Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine

Tiga kuil Shinto Munakata Taisha terletak di Perfektur Fukuoka, namun ke tiganya berada di pulau-pulau yang terpisah. Hetsu-gu yang merupakan kuil utama, terletak di daratan Kyushu. Kemudian Nakatsu-gu didirikan di kaki Gunung Mitake yang terletak di pulau Oshima, di lepas pantai barat dari Kyushu. Kuil terakhir, yaitu Okitsu-gu, berada di pulau Okinoshima yang terletak di tengah Laut Genkai.

Pada tahun 2009, tiga kuil ini diajukan untuk menjadi sebuah prasasti masa depan pada Daftar Warisan Dunia UNESCO, sebagai bagian dari nominal serial dari Pulau Okinoshima dan Situs-Situs Terkait yang Terdapat di Wilayah Munakata.

Ritual yang terdapat di pulau Oshima, tempat Nakatsu-gu ini berdiri, awalnya diadakan di atas Gunung Mitake, dan bangunan kuil pada saat ini, sekitar abad ke enam belas, dibangun di kaki gunung. Shrine ini terletak beberapa langkah, di sebuah bukit kecil yang dekat dengan sebuah pelabuhan feri. Lokasinya yang terpencil memberikan sebuah pengalaman yang damai. Di belakang dari kuil ini adalah jalan menuju puncak gunung dari Gunung Mitake.

Pulau Oshima, Tempat Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine Berdiri

Nii Oshima, atau kadang-kadang hanya disebut juga dengan Oshima, merupakan sebuah pulau yang terletak sekitar 1,5 kilometer timur laut dari kota Niihama (yang secara resmi merupakan bagian dari Perfektur Ehime) yang terletak di Perfektur Ehime, Jepang. Pulau yang satu ini memiliki keliling sekitar delapan kilometer. Pekerjaan utama yang terdapat di pulau ini termasuk budidaya udang sekaligus di bidang pertanian, dan hal ini terutama mikan dan jenis kentang putih yang sangat khas.

Di pulau ini, merupakan tempat Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine berdiri, dan shrine yang satu ini terletak di kaki gunung Mitake-san.

Bagian-Bagian Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine

Pulau Oshima, yang lokasinya terletak tujuh kilometer dari Pelabuhan Konominato yang terletak di Kota Munakata, merupakan sebuah pulau terbesar di Perfektur Fukuoka. Populasi dari pulau yang satu ini sekitar tujuh ratus orang. Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine terletak di pulau ini. Shrine ini mengabadikan Tagitsuhime-No-Kami yang merupakan salah satu dari Tiga Dewa Wanita Munakata.

Dekat Pelabuhan Oshima di sisi selatan pulau terdapat sebuah gerbang yaitu gerbang torii. Gerbang ini berdiri di dekat laut, menunjukkan hubungan yang mendalam antara Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine dengan laut. Sungai Amanogawa atau Bima Sakti, mengalir di dalam kawasan dari shrine ini. Di setiap tepi sungai terdapat kuil-kuil kecil, yang satu disebut dengan Kengyu-sha dan yang lainnya disebut dengan Shokujo-sha. Menurut legenda Jepang, Kengyu dan Shokujo atau Bintang Altair dan Vega, adalah sepasang kekasih. Namun tempat tinggal mereka dipisahkan oleh Sungai Amanogawa. Para pecinta ini hanya diizinkan untuk bertemu satu sama lain hanya satu tahun sekali, yaitu pada hari ke tujuh bulan ke tujuh dalam kalender lunar atau kalender bulan.

Pada hari itu, yakni pada tujuh Agustus dalam Kalender Gregorian, Festival Bintang terlihat di shrine yang satu ini. Festival ini merupakan festival yang terbesar dari festival kuil. Di masa lalu, juga terdapat kebiasaan bahwa sebelum hari festival, pria dan wanita masing-masing berkumpul di Kengyu-sha dan Shokujo-sha. Mereka menarik air sungai di bak mandi, kemudian mempelajari gambar yang terefleksikan dalam air. Hal ini dilakukan untuk menentukan siapa pasangan mereka nantinya ke depannya. Kebiasaan yang satu ini berasal dari periode Kamakura, yakni mulai dari periode 1192 hingga 1333.

Setelah Melewati Bagian Bawah Gerbang Torii

Setelah melewati bagian bawah gerbang torii, kemudian menaiki tangga batu yang curam, pengunjung dari shrine ini dapat melihat sekilas bangunan dari shrine yang satu ini. Aula utama dari shrine ini telah ditetapkan sebagai Properti Budaya Nyata milik Perfektur Fukuoka.

Berdekatan dengan Main Hall, terdapat juga beberapa kuil bawahan. Kuil bawahan ini telah dipindahkan dari berbagai tempat di pulau tersebut. Pengunjung dari shrine ini, yang mengambil jalan di samping kantor kuil, yang mengarah ke arah Sungai Amanogawa akan menemukan mata air Ama-no-manai.

Menurut Kojiki dan Nihonsoki yang merupakan catatan sejarah tertua yang ada di Jepang, yang disusun pada awal abad ke delapan, dewi matahari Amaterasu pernah mematahkan pedang adik laki-lakinya menjadi tiga bagian. Kemudian dewi ini memurnikan tiga bagian patahan pedang adiknya tersebut dengan air suci musim semi, lalu mengunyahnya di mulutnya, dan kemudian meniupnya dengan menggunakan napasnya. Dari napasnya, konon, muncul Tiga Dewa Wanita Munakata.

Air dingin yang segar menyembur dari musim semi sepanjang tahun dari mata air Ama-no-manai. Air ini diyakini akan memberikan umur yang panjang sekaligus kebahagiaan. Banyak anak-anak mengunjungi mata air yang satu ini untuk menarik air. Hal ini dilakukan dikarenakan juga diyakini bahwa penggunaan air dalam tinta India, dapat membantu meningkatkan keterampilan kaligrafi seseorang.

Selain itu, terdapat jalan sepanjang 970 meter ke puncak Gunung Mitake dari belakang aula utama shrine ini. Bangunan kuil, Kuil Mitake, dibangun di puncak gunung. Aula utama sekaligus ruang ibadah dari shrine ini terletak di dasar gunung, ketika sebuah ritual kuno yang dilakukan di puncak tidak lagi dikondisikan. Sebuah jalan juga menghubungkan aula utama dengan puncak gunung. Aula utama dengan puncak gunung ini bersama-sama membentuk daerah suci shrine ini. Puncak Gunung Mitake tempat kuil ini berdiri juga menawarkan pemandangan Laut Genkai, dan hal ini termasuk Okinoshima sekaligus pulau utama Kyushu.

Mengunjungi shrine yang satu ini, yang terletak di kaki gunung dari Gunung Mitake, dapat memberikan kesan tersendiri bagi Anda. Dikarenakan shrine yang satu ini terletak di wilayah pegunungan, tentunya dapat memberikan nuansa alam yang nyaman sekaligus menenangkan bagi Anda.

Tertarik Untuk Mengunjungi Shrine yang Satu Ini?

Apabila Anda tertarik untuk mengunjungi shrine yang satu ini, Anda dapat langsung mengunjunginya di Oshima, Munakata-shi, Perfektur Fukuoka, Jepang.

Adapun cara mengakses shrine yang satu ini yaitu dari Stasiun JR Togo naik Bus Nishitetsu “Munakata Taisha / Konoinato Hatoba (Via Munakata Taisha). Waktu yang dibutuhkan sekitar dua puluh menit. Kemudian turun di Halte Bus Konominato Hatoba. Dilanjutkan dengan naik ferry kota “Shiokaze”. Waktu yang dibutuhkan untuk perjalanan ini lima belas menit atau dengan menggunakan ferry Oshima, waktu yang dibutuhkan 25 menit. Akhirnya sampailah di Pelabuhan Oshima. Dilanjutkan selama lima menit dengan berjalan kaki.

Selain itu, juga terdapat situs-situs bersejarah lainnya yang lokasinya berdekatan dengan shrine yang satu ini. Sebut saja Pulau Yume-No.-Sayoshima, yang jaraknya hanyalah sembilan menit dengan berjalan kaki dari shrine Nakatsu-gu. Selama periode Muromachi yakni pada tahun 1333 hingga 1573, penyair-penyair sogi mengunjungi Munakata. Penyair-penyair sogi ini juga menyusun sebuah puisi yang terinspirasi oleh pulau kecil yang sangat indah ini. Selain itu juga terdapat Kuil Ansho-in yang jaraknya hanyalah sebelas menit dengan berjalan kaki dari shrine Nakatsu-gu. Kuil Ansho-in, di pulau Oshima ini, merupakan satu-satunya kuil Buddha. Monumen batu yang terdapat dalam kantor polisi dari kuil yang satu ini, diyakini menandai makam dari Abe Muneto. Abe Muneto sendiri merupakan seorang pejuang yang diasingkan ke pulau Oshima setelah ia dikalahkan dalam Perang Sembilan Tahun Sebelumnya. Kuil yang satu ini juga memberikan pemandangan berupa panaroma pulau.

Demikian informasi mengenai Munakata Taisha Nakatsu-gu Shrine. Semoga informasi mengenai kuil Shinto yang satu ini dapat menambah wawasan sekaligus pengetahuan Anda mengenai kuil-kuil Shinto yang ada di Jepang.

Terima kasih!


Lokasi



Shrines, Temples & Churches
open closed : -
fee : -
Adress Oshima, Munakata-shi, Fukuoka
Phone -