Hakata Weaving | Kain Tenun Indah nan Awet Khas Fukuoka

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Siapa sangka bahwa Jepang juga memiliki kain tenun yang sangat indah, awet, dan bermanfaat. Kain Tenun tersebut adalah Hakata Weaving, diproduksi di Perfektur Fukuoka.

Fukuoka pun memiliki kain tenun, lho! Kain tenun khas Fukuoka yang disebut dengan Hakata Weaving atau Hakata Ori merupakan sebuah kain tenun yang indah. Selain memiliki rupa yang indah, bahan dari kain tenun tersebut juga sangatlah awet.

Seperti apa kain tenun khas Fukuoka atau yang biasa disebut dengan Hakata Weaving atau Hakata Ori tersebut?

Yuk, disimak liputannya!

Hakata Weaving

Hakata Weaving atau Hakata Ori merupakan tekstil tradisional negara Jepang. Tekstil tradisional negara Jepang ini telah diproduksi di salah satu perfektur negara tersebut yaitu Perfektur Fukuoka selama lebih dari 770 tahun.

Terdapat dua jenis Hakata Weaving, yaitu kenjo hakata-ori dan mon ori hakata-ori. Kenjo hakata-ori ditenun dalam pola tradisional. Pola tradisional ini terkait dengan kepercayaan Buddha. Selain itu, kain tenun kenjo hakata-ori juga dipengaruhi oleh kain yang diproduksi di Dinasti Sui, China. Sementara mon ori hakata-ori merupakan hakata-ori yang memiliki desain warna-warni.

Hakata Ori pada umumnya ditenun dari benang sutra. Namun jenis kain yang lebih murah sekaligus lebih kasual dapat ditenun dari benang katun ataupun serat-serat sintetis.

Hakata Ori juga dipergunakan untuk memproduksi sejumlah produk berbeda yang tidak terkait dengan kimono dan obi atau aksesori kimono. Produk-produk tersebut seperti tas tangan, kemudian dasi leher, juga syal. Apabila telah dipergunakan untuk benda-benda yang bermanfaat seperti itu, tentunya kain tenun khas Fukuoka yang satu ini sangatlah indah. Dan tidak hanya indah, tetapi juga memiliki bahan yang sangatlah awet.

Jenis-Jenis Hakata Weaving

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, terdapat dua jenis Hakata Ori, yaitu kenjo hakata-ori dan mon ori hakata-ori. Kedua jenis kain tenun tersebut berbeda dalam hal dekorasi tenunannya. Namun ke duanya merupakan bahan yang kokoh yang juga kaku. Ke duanya juga sering dipergunakan sebagai obi tanpa lapisan, kemudian lapisan kain kedua atau pengaku.

Kenjo Hakata-Ori

Kenjo hakata-ori merupakan istilah Hakata Ori yang menampilkan pola yang dikenal sebagai kenjogara (kenjogara berasal dari kata kenjo yang berarti hadiah yang diberikan kepada atasan, kemudian gara yang berarti pola).

Pola kenjogara menampilkan kumpulan garis-garis panjang. Kumpulan garis-garis panjang ini tidak terputus di setiap tepi dan di tengah dari kain. Terdapat juga kumpulan garis-garis berpola di kedua sisi kumpulan dari garis tengah. Garis berpola yang lebih lebar, yang biasa disebut dengan dokko, melambangkan benda yang digunakan dalam pemujaan Buddha. Pemujaan Buddha ini dipergunakan untuk membuang energi-energi berbahaya. Kemudian garis berpola yang lebih tipis, yang disebut juga sebagai hanazara, juga diambil dari pemujaan Buddha. Hanazara ini dipergunakan untuk mewakili piring yang dipergunakan dalam ritual Buddhis. Piring ini dipergunakan untuk memegang kelopak bunga ataupun dupa.

Untuk jenis Hakata Ori ini, hanya lima warna yang pernah dipergunakan. Lima warna ini mengikuti simbolisme warna yang dipergunakan di Dinasti Sui, China. Sebagai contoh, warna ungu, warna yang secara historis hanya dipakai oleh para kaum bangsawan, memiliki arti kebajikan sekaligus keanggunan. Kemudian warna merah, dikaitkan dengan kemakmuran juga kebahagiaan. Kuning, dikaitkan dengan ketulusan juga kepercayaan. Biru, dikaitkan dengan kehormatan kemudian perdamaian, dan terakhir, biru laut yang dikaitkan dengan kebijaksanaan juga solidaritas.

Mon Ori Hakata-Ori

Mon ori Hakata-ori merupakan nama yang dipergunakan untuk tekstil Hakata Ori yang memiliki desain multi warna. Tenunan pertama kali dari jenis hakata ori ini adalah pada periode Edo. Kemudian teknik menenun mon ori hakata-ori dikembangkan lebih lanjut pada periode Meiji, setelah diperkenalkannya mesin tenun Jacquard pada tahun 1886 di Jepang.

Proses Produksi Hakata Weaving

Hakata Ori dibuat dengan cara menenun benang lusi tipis sekaligus benang pakan yang lebih tebal menjadi satu dalam tenunan yang rapat. Hal ini dilakukan untuk menciptakan tampilan yang kaku dan bergaris. Pola tenun yang terlihat dalam Hakata Ori dibuat dengan menggunakan benang lusi.

Proses produksi dari Hakata Ori sendiri terbagi menjadi beberapa proses, yaitu tahap merancang, kemudian tahap mewarnai benang, tahap mempersiapkan tenun, dan terakhir, tahap menenun.

Merancang (Designing)

Tahap merancang atau juga dikenal dengan isho, merupakan tahapan pertama dalam membuat Hakata Ori. Pola juga warna kain ditentukan dalam tahap ini. Kemudian setelah ditentukan digambar ke sebuah kertas plot yang diperlukan.

Pencelupan atau Mewarnai Benang (Dyeing)

Tahap pencelupan atau mewarnai benang, atau disebut juga dengan ito kui, merupakan tahapan ke dua dalam proses produksi Hakata Ori. Untuk kain sutra Hakata Ori, benang-benang diharuskan dicuci terlebih dahulu dalam air sabun, sebelum benang pakan dan benang lusi ini dicelupkan ke dalam rendaman berwarna yang mendidih. Proses ini merupakan sebuah proses yang membutuhkan pengrajin khusus dikarenakan sifat yang sensitif dari pewarnaan.

Persiapan Menenenun (Preparation for Weaving)

Tahap ini disebut juga dengan hatajikake. Dalam tahap ini, benang-benang lusi dihubungkan dengan alat tenun Jacquard. Penenun dalam tahap ini mampu memanipulasi benang lusi secara vertikal dengan menggunakan pedal-pedal kaki yang berasal dari mesin tenun.

Menenun (Weaving)

Tahap yang satu ini disebut juga dengan uchikaeshi mitsuuchi. Benang lusi tipis bersama dengan benang pakan tebal ditenun. Hal ini dilakukan untuk membuat kain bertekstur bergaris, dengan benang-benang lusi membentuk pola-pola anyaman pada kain.

Untuk Apa Saja Hakata Weaving Digunakan?

Hakata Ori paling sering digunakan sebagai kain untuk obi yang dikenakan dalam kimono baik oleh pria maupun wanita. Hakata Ori merupakan pilihan yang populer untuk obi pria dikarenakan sifat kain tersebut yang kaku dan tenunannya yang sangat rapat. Sangatlah menarik saat mengikat simpul yang digunakan untuk kaku obi pria.

Meskipun Hakata Ori paling sering terlihat dalam pakaian tradisional, Hakata Ori juga dibuat untuk digunakan dalam aksesoris-aksesoris. Aksesoris-aksesori tersebut seperti tas tangan, kemudian dasi leher, dan tempat-tempat kartu, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya. Selain itu juga terdapat benda-beda seperti dompet, kemudian hiasan rambut, tempat pensil kantong koin, juga barang-barang fashionable lainnya. Masih banyak barang-barang lainnya yang terbuat dari Hakata Ori.

Demikian informasi mengenai Hakata Weaving atau Hakata Ori. Apabila Anda tertarik dengan kerajinan tradisional Fukuoka yang satu ini, Anda dapat langsung mengunjungi negara Jepang, tepatnya ke Fukuoka. Anda dapat langsung mengunjungi Perusahaan Tekstil Sanui Orimono. Perusahaan tekstil yang satu ini terus memproduksi Hakata Ori. Impian dari perusahaan tekstil ini adalah ingin terus memproduksi Hakata Ori sebagai benda yang dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai kerajinan tradisional. Oleh karenanya perusahaan tekstil ini terus berinovasi sembari terus menjaga tradisi.

Hakata Ori sendiri memiliki potensi untuk hal tersebut, bukan hanya dikarenakan kain tenun ini sangatlah indah dan juga awet, kerajinan tradisional yang satu ini dapat dimodifikasi dalam hal penggunaannya untuk benda-benda yang dekat sekali dengan kehidupan sehari-hari.

Lalu bagaimanakah sejarah dari kerajinan tradisional yang satu ini?

Sedikit Sejarah Hakata Weaving

Pada tahun 1235 M, yaitu periode Kamakura Jepang, terdapat seorang pedagang Jepang yang berasal dari Perfektur Fukuoka. Pedagang Jepang tersebut bernama Mitsuda Yazaemon. Pria ini melakukan perjalanan ke Dinasti Song, China, bersama dengan seorang biksu Buddha Shoichi Kokushi. Pria ini melakukan perjalanan tersebut untuk mempelajari perdagangan periode Dinasti Song beserta tradisinya, seperti pembuatan kue manju, kemudian teknik produksi keramik, gold leave, produksi musk tablets, mie gandung, juga produksi tekstil.

Enam tahun kemudian, Mitsuda Yazaemon dan biksu Buddha Shoichi Kokushi kembali ke Jepang, dengan Mitsuda Yazaemon membawa teknik produksi tekstil. Teknik produksi tekstil ini kemudian berkembang menjadi Hakata Ori. Pria ini menggunakan teknik produksi tekstil ini untuk memulai bisnis tekstil-nya.

250 tahun kemudian, yakni pada abad ke enam belas, keturunan dari Mitsuda Yazaemon, yaitu Mitsuda Hikosaburo, kembali ke Tiongkok, yang saat itu dipimpin oleh Dinasti Ming, untuk mempelajari lebih dalam mengenai produksi tekstil dinasti tersebut. Setelah mempelajari teknik baru dari periode Dinasti Ming, Mitsuda Hikosaburo menggabungkan teknik baru tersebut dengan teknik tekstil dari periode Dinasti Song yang sebelumnya dibawa kembali oleh leluhurnya. Tekstil yang telah ditingkatkan ini dikenal sebagai Fusenmon dan Ryujo.

Setelah itu tekstil juga dikembangkan lebih lanjut hingga akhirnya menjadi teknik menenun Hakata Ori di masa sekarang ini. Nama Hakata Ori sendiri diambil dari lokasi pengembangan asli teknik ini di Jepang, yaitu Hakata, Perfektur Fukuoka, kemudian kata ori yang berarti kain atau tenun. Ini juga merupakan asal dari adanya Hakata Obi

Semoga informasi mengenai kain tenun kerajinan tradisional Fukuoka yang satu ini dapat bermanfaat untuk Anda dalam memahami kerajinan-kerajinan tradisional yang ada di negara Jepang. Dan jangan lupa juga, ikuti terus informasi-informasi menarik lainnya di website jepanginfo.co.id, satu-satunya website info Jepang terpercaya dan terlengkap!

Terima kasih!


Festivals & Ceremonies
open closed : -
fee : -
Adress Fukuoka, Jepang
Phone -