Hakata Gion Yamakasa Festival, Membawa Yamakasa Seberat Satu Ton!

facebook jepang info twitter jepang info google plus jepang info

Deskripsi

Di Fukuoka, tepatnya di Hakata, terdapat Hakata Gion Yamakasa Festival. Festival ini merupakan sebuah festival membawa yamakasa alias wahana hias seberat satu ton. Wow!

Terdapat salah satu festival yang paling menarik di negara Jepang. Festival tersebut adalah Hakata Gion Yamakasa Festival.

Festival yang satu ini diselenggarakan di Hakata-ku, Fukuoka-shi, Perfektur Fukuoka, Jepang.

Seperti apakah Hakata Gion Yamakasa Festival tersebut?

Yuk, disimak liputannya!

Hakata Gion Yamakasa Festival

Hakata Gion Yamakasa Festival merupakan salah satu festival yang paling menarik yang ada di Jepang. Festival yang satu ini merupakan sebuah festival keagamaan dan diselenggarakan mulai dari tanggal satu hingga lima belas Juli setiap tahunnya, di Hakata-ku, Fukuoka-shi, Perfektur Fukuoka, Jepang. Para lelaki dalam festival ini memakai pakaian tradisional. Mereka berlomba-lomba melewati jalanan Hakata sembari membawa yamakasa.

Apa yang dimaksud dengan yamakasa tersebut?

Yamakasa adalah sebuah wahana hias yang memiliki dekorasi yang sangat rumit serta berat seberat satu ton. Yamakasa ini didedikasikan untuk tiga dewa pelindung shintoistic yang berasal dari Hakata. Wahana hias ini sangatlah indah untuk dilihat.

Festival ini sendiri diyakini telah berusia selama 770 tahun dan dapat menarik penonton hingga satu juta penonton setiap tahunnya. Festival ini juga ditetapkan sebagai Important Intangible Folk Cultural Property of Japan pada tahun 1979. Suara dari yamakasa sendiri telah dipilih oleh Ministry of Environment Jepang sebagai 100 Soundscapes of Japan.

Sejarah Hakata Gion Yamakasa Festival

Hakata Gion Yamakasa Festival merupakan festival yang diselenggarakan untuk menghormati Susanoo-no-Mikoto. Susanoo-no-Mikoto merupakan dewa Shinto untuk laut dan angin. Festival ini berpusat di sekitar Kuil Kushida-jinja yang merupakan kuil Shinto.

Terdapat beberapa teori mengenai asal-usul munculnya festival ini, namun, sejauh ini, yang akan dibahas inilah yang paling populer.

Teori yang satu ini mengatakan bahwa festival ini dimulai pada tahun 1241. Saat itu Hakata sedang menderita wabah yang sangat berat. Kemudian, biksu Enni-Ben’en menyembuhkan penduduk kota. Biksu tersebut menyembuhkannya dengan cara memercikkan air suci kepada penduduk yang sedang sakit saat diarak melalui jalan-jalan di Hakata di atas sebuah rak ritual Buddha yang disebut gaki-dana, yang digunakan dalam ritus buddhis Segaki.

Dalam buku-buku lama juga menunjukkan hubungan antara festival dengan kuil Joten-ji, dimana biksu Enni-Ben’en pernah menjadi seorang imam besar. Rupanya festival ini merupakan sebuah ritual untuk berterima kasih kepada kuil. Mirip sekali dengan upacara presentasi yang dipraktekkan di Kuil Kushida hari ini.

Teori ini juga menjelaskan persamaan antara festival dengan ritual Segaki yang dipergunakan untuk menenangkan orang mati, yang juga diadakan pada setiap bulan Juli. Ritual ini juga memiliki gerobak pajangan yang mirip dengan yamakasa tetapi berukuran lebih kecil dan memiliki roda. Kemudian air doa yang digunakan dalam ritual Segaki ini mungkin merupakan asal dari ‘air vitalisasi’ yang ada dalam festival.

Pada tahun 1587, Toyotomi Hideyoshi mengambil alih Hakata. Ia juga menenangkan seluruh Kyushu dalam penaklukannya untuk menyatukan Jepang. Dengan bantuan yang diberikan oleh Kamiya Sotan dan Shimai Soshitsu, Toyotomi Hideyoshi membangun kembali Hakata yang telah hancur. Ia juga membagi Hakata menjadi tujuh distrik.

Pada tahun 1872, dengan dimulainya periode Meiji Jepang, festival ini dilarang untuk diselenggarakan selama beberapa tahun. Hal ini dilakukan untuk menghentikan tradisi lama sekaligus untuk mengakhiri sistem feudal.

Kemudian, festival ini terus berkembang, dimana juga sempat terjadi beberapa kali pelarangan untuk menyelenggarakan festival ini. Hingga pada akhirnya pada tahun 2002, Hakata mulai membuat sendiri boneka dekoratif-nya, yang sebelumnya dipinjam dari Nishijin, Kyoto.

Yamakasa Hakata Gion Yamakasa Festival

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, dalam festival ini terdapat kelompok laki-laki yang berlomba-lomba melewati jalanan Hakata sembari membawa yamakasa. Wahana hias yamakasa, yaitu kazariyama kemudian kakiyama, merupakan wahana hias yang terdapat dalam festival ini. Kazariyama merupakan wahana hias tidak bergerak dengan dekorasi yang berwarna-warni yang memiliki tinggi hingga tiga belas meter. Wahana hias kazariyama dalam festival ini didirikan di jalanan di sepanjang area Hakata dan wahana hias ini didirikan sejak tanggal satu Juli.  Wahana hias ini sering kali menggambarkan peristiwa bersejarah atau mitos-mitos budaya dari negara Jepang.

Sementara kakiyama merupakan wahana hias yang diarak di dalam festival yang memiliki ukuran lebih kecil yaitu lima meter yang dihias dengan figur tokoh samurai atau karakter anime yang sangat populeryang dibuat oleh masing-masing tim dengan menggunakan keahlian khusus. Keahlian ini dimiliki oleh para master pembuat boneka di Hakata yang kemudian dipamerkan di Kuil Shinto Kushida-jinja. Wahana hias ini dapat dilihat sepanjang tahun.

Seperti Apa Jalannya Hakata Gion Yamakasa Festival Tersebut?

Sebanyak tujuh tim akan berkompetisi dalam lomba ini. Masing-masing dari tim ini mewakili distrik bersejarah Hakata. Distrik tersebut adalah Higashi, kemudian Nakasu, Nishi, Chiyo, Ebisu, Doi, dan terakhir Daikoku. Masing-masing dari tim ini menghabiskan waktu selama beberapa bulan. Mereka menghabiskan waktu tersebut untuk mempersiapkan wahana hias sekaligus berlatih untuk perlombaan.

Rute untuk lomba utama dalam festival ini dimulai di sebelah Kuil Shinto Kushida-jinja. Kemudian rute ini berakhir di belakang Fukuoka Asian Art Museum. Rute ini juga berkelok melalui berbagai jalanan. Setiap sudut Hakata juga menjadi perhatian utama dalam aksi balapan ini, ketika wahana yang sangat berat ini (wahana hias ini memiliki berat satu ton) diayunkan dengan teriakan yang dikumandangkan di berbagai sudut yang tajam.

Mulai tanggal sepuluh Juli, rangkaian acara diadakan. Rangkaian acara ini diadakan ketika wahana hias kakiyama diarak mengelilingi seluruh penjuru kota. Puncak dari festival ini adalah acara lomba utama, yang disebut dengan Oiyama, yang dilakukan pada tanggal lima belas Juli.

Tepat pukul 04.59, genderang dibunyikan memberikan tanda dimulainya lomba. Wahana hias urutan pertama akan melaju sepanjang lima kilometer. Tim yang merupakan yang tercepat memerlukan waktu kurang dari tiga puluh menit untuk menyelesaikan rutenya sendiri. Semua tim ini dinilai dari kecepatan serta gaya mereka saat memikul wahana hias ini. Para pemikul wahana hias ini harus terlihat anggun serta heroik saat berlari memikul wahana hias seberat satu ton di atas bahu mereka.

Para penonton festival ini juga menyemburkan air kepada para peserta festival. Hal ini dilakukan agar para peserta festival ini tetap segar saat berlarian dalam rute arak-arakan. Arak-arakan juga terombang-ambing, meninggalkan Kuil Shinto Kushida-jinja setiap lima menit. Balapan juga berakhir sesaat setelah pukul 16.00 PM.

Hal yang perlu diketahui adalah, wahana hias ini cukuplah berat bagi para pemikulnya. Bahkan para pelari terkuat biasanya tidak dapat bertahan lebih dari tiga atau empat menit, sebelum akhirnya mereka berganti posisi dengan pelari lainnya yang sudah beristirahat. Tentunya mengikuti perlombaan yang satu ini membuat tenaga terkuras habis.

Selain acara utama, terdapat juga beberapa acara yang lebih kecil yang diadakan selama dua minggu sebelum perlombaan dimulai, yang juga layak sekali untuk disaksikan.

Pantangan Selama Hakata Gion Yamakasa Festival Berlangsung

Festival Hakata Gion Yamakasa merupakan sebuah festival keagamaan. Oleh karena itu, juga terdapat beberapa pantangan bagi masyarakat Hakata selama festival keagamaan ini berlangsung. Meskipun beberapa hal ini memiliki alasan yang tidak jelas, penduduk Hakata sebagian besar tetap mengikutinya, dikarenakan takhayul untuk menghindari kecelakaan selama menjalankan kakiyama.

Pantangan yang pertama adalah tidak memakan mentimun. Kemudian pantangan yang ke dua adalah larangan berhubungan dengan wanita.

Semua pantangan ini dijalankan selama festival keagamaan ini sedang berlangsung, yaitu mulai dari tanggal satu hingga lima belas Juli setiap tahunnya.

Tertarik untuk Melihat Festival yang Satu Ini?

Apabila Anda tertarik untuk melihat festival yang satu ini, Anda dapat mengunjunginya di 1-41 Kamikawabata-machi, Hakata-ku, Fukuoka-shi, Fukuoka-ken, Jepang.

Festival ini diadakan di sepanjang area Hakata. Area ini dapat dicapai dengan menggunakan shinkansen dari berbagai kota besar yang ada di seluruh Jepang. Subway merupakan cara terbaik untuk pergi menuju Fukuoka. Namun tersedia juga bus serta kereta lokal.

Anda pun tentunya membutuhkan lokasi terbaik untuk menonton festival ini. Festival ini, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, berpusat di Kuil Shinto Kushida-jinja, namun rute dari wahana hias meliputi banyak area yang ada di Hakata. Persimpangan Higashimachi-suji juga Meiji-dori merupakan sebuah tempat yang bagus untuk menyaksikan pertunjukan wahana hias bersama timnya mendekat dari kejauhan. Selain itu, persimpangan Jalan Showa dan Jalan Taihaku juga memungkinkan wahana hias lewat lebih dari sekali saat mereka melewati jalan paralel.

Jadi, pastikan Anda mendapatkan tempat yang strategis untuk menyaksikan festival menarik yang satu ini, ya!

Demikian informasi mengenai Hakata Gion Yamakasa Festival. Semoga informasi mengenai festival ini dapat membantu Anda dalam menentukan tempat-tempat yang akan Anda kunjungi selanjutnya di Jepang. Dan jangan lupa, ikuti terus website terlengkap dan terpercaya jepanginfo.co.id!

Terima kasih!


Lokasi



Festivals & Ceremonies
open closed : -
fee : -
Adress Kami-Kawabata-cho, Hakata-ku, Fukuoka City
Phone -