Beat ’em up: Sebuah Sejarah Panjang Pukulan dan Tendangan di Dunia Video Game
Genre beat ’em up, atau yang sering disebut juga "brawler," adalah salah satu pilar sejarah video game. Dikenal dengan aksi tanpa henti, karakter karismatik, dan kemampuan untuk dimainkan bersama teman, genre ini telah menemani perjalanan gamer selama puluhan tahun. Dari arcade yang ramai hingga konsol rumahan dan bahkan platform seluler, beat ’em up telah membuktikan dirinya sebagai genre yang adaptif dan abadi.
Asal Mula dan Era Keemasan Arcade
Akar genre beat ’em up dapat ditelusuri kembali ke game seperti Kung-Fu Master (1984) dan Renegade (1986). Meskipun Kung-Fu Master menampilkan elemen pertarungan satu lawan satu, Renegade memperkenalkan konsep pertempuran melawan gerombolan musuh di lingkungan yang berbeda. Namun, game yang benar-benar mempopulerkan genre ini adalah Double Dragon (1987).
Double Dragon menetapkan banyak konvensi yang masih kita lihat dalam beat ’em up modern. Pemain mengendalikan Billy dan Jimmy Lee, dua saudara ahli bela diri yang berjuang melalui jalanan kota untuk menyelamatkan Marian, kekasih Billy, dari geng Shadow Warriors. Game ini menampilkan kontrol yang sederhana namun responsif, berbagai macam musuh dengan pola serangan yang berbeda, dan kemampuan untuk menggunakan senjata seperti tongkat bisbol dan pisau yang ditemukan di lingkungan.
Kesuksesan Double Dragon membuka jalan bagi gelombang beat ’em up lainnya di akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an. Judul-judul seperti Golden Axe (1989), Final Fight (1989), Streets of Rage (1991), dan Teenage Mutant Ninja Turtles: Turtles in Time (1991) menjadi hit besar di arcade. Game-game ini menawarkan grafis yang lebih baik, lebih banyak karakter yang dapat dimainkan, gerakan yang lebih beragam, dan yang terpenting, mode kooperatif yang memungkinkan hingga empat pemain untuk bekerja sama mengalahkan musuh.
Era keemasan beat ’em up di arcade ditandai dengan beberapa karakteristik utama:
- Aksi Tanpa Henti: Pemain terus-menerus dikelilingi oleh musuh dan harus menggunakan semua kemampuan mereka untuk bertahan hidup.
- Kontrol Sederhana: Kontrol biasanya terbatas pada tombol untuk memukul, menendang, melompat, dan kadang-kadang serangan khusus. Kesederhanaan ini membuat game mudah dipelajari tetapi sulit dikuasai.
- Mode Kooperatif: Kemampuan untuk bermain dengan teman adalah salah satu daya tarik utama genre ini. Bekerja sama untuk mengalahkan musuh dan menyelesaikan level menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.
- Karakter Karismatik: Banyak beat ’em up menampilkan karakter yang mudah diingat dengan desain yang unik dan gerakan khusus yang khas.
- Lingkungan yang Beragam: Pemain bertarung melalui berbagai lingkungan, mulai dari jalanan kota yang kumuh hingga kastil abad pertengahan dan kapal luar angkasa.
Transisi ke Konsol Rumahan dan Evolusi Genre
Popularitas beat ’em up di arcade secara alami meluas ke konsol rumahan. Sistem seperti Nintendo Entertainment System (NES), Super Nintendo Entertainment System (SNES), dan Sega Genesis semuanya memiliki koleksi beat ’em up yang solid. Meskipun versi konsol seringkali memiliki grafis dan fitur yang lebih rendah dibandingkan dengan versi arcade, mereka menawarkan keuntungan tambahan seperti kemampuan untuk bermain di rumah dan seringkali memiliki konten eksklusif.
Beberapa beat ’em up konsol yang paling terkenal termasuk Streets of Rage 2 (Genesis), Final Fight (SNES), dan River City Ransom (NES). River City Ransom sangat menonjol karena menggabungkan elemen role-playing game (RPG) ke dalam formula beat ’em up. Pemain dapat meningkatkan statistik karakter mereka, membeli peralatan baru, dan mempelajari gerakan baru.
Selama era 32-bit dan 64-bit, genre beat ’em up mulai mengalami perubahan. Game 3D menjadi semakin populer, dan banyak pengembang mencoba untuk membawa formula beat ’em up ke dimensi ketiga. Judul-judul seperti Fighting Force (1997) dan Die Hard Arcade (1996) mencoba untuk menciptakan pengalaman beat ’em up 3D, tetapi hasilnya beragam.
Penurunan dan Kebangkitan Kembali
Pada akhir tahun 1990-an, popularitas genre beat ’em up mulai menurun. Beberapa faktor berkontribusi terhadap penurunan ini, termasuk kebangkitan genre fighting game 3D seperti Tekken dan Virtua Fighter, serta perubahan selera gamer. Namun, genre beat ’em up tidak pernah benar-benar menghilang.
Pada tahun 2000-an, genre ini mengalami kebangkitan kembali, terutama berkat rilis game seperti Castle Crashers (2008) dan Scott Pilgrim vs. the World: The Game (2010). Game-game ini menunjukkan bahwa ada masih banyak minat pada genre beat ’em up, asalkan game tersebut menawarkan sesuatu yang baru dan menarik. Castle Crashers menampilkan gaya seni yang unik, gameplay kooperatif yang adiktif, dan banyak konten yang dapat dibuka. Scott Pilgrim vs. the World: The Game menangkap semangat komik dan film dengan sempurna, dengan grafis pixel art yang indah, musik chiptune yang catchy, dan aksi beat ’em up yang memuaskan.
Beat ’em up Modern
Saat ini, genre beat ’em up terus berkembang. Banyak pengembang indie yang menciptakan game-game baru yang menarik yang terinspirasi oleh klasik, tetapi juga menambahkan sentuhan modern mereka sendiri. Judul-judul seperti Streets of Rage 4 (2020), Fight’N Rage (2017), dan Mother Russia Bleeds (2016) telah menerima pujian kritis dan komersial.
Streets of Rage 4 adalah contoh sempurna dari kebangkitan genre ini. Dikembangkan oleh Dotemu, Lizardcube, dan Guard Crush Games, game ini adalah sekuel langsung dari trilogi Streets of Rage klasik. Streets of Rage 4 mempertahankan gameplay inti dari game aslinya, tetapi dengan grafis yang diperbarui, animasi yang halus, dan soundtrack yang luar biasa.
Beat ’em up modern sering kali menggabungkan elemen dari genre lain, seperti RPG, roguelike, dan metroidvania. Mereka juga cenderung lebih fokus pada kedalaman gameplay dan variasi karakter daripada game-game klasik.
Kesimpulan
Genre beat ’em up telah melalui perjalanan panjang dan berliku. Dari arcade yang ramai hingga konsol rumahan dan platform seluler, genre ini telah membuktikan dirinya sebagai genre yang adaptif dan abadi. Meskipun popularitasnya sempat menurun, beat ’em up telah mengalami kebangkitan kembali dalam beberapa tahun terakhir, berkat rilis game-game baru yang menarik dan pengembang indie yang bersemangat. Dengan inovasi yang terus berlanjut, masa depan genre beat ’em up terlihat cerah.
Genre ini mengajarkan kita tentang kerja sama, strategi, dan kemampuan untuk mengatasi tantangan bersama teman. Warisan beat ’em up akan terus hidup, menginspirasi generasi gamer baru untuk mengambil kontrol dan menghajar jalan mereka menuju kemenangan.