Yakuza/Like a Dragon: Lebih dari Sekadar Kriminalitas, Kisah Drama dan Kehormatan di Dunia Bawah
Seri Yakuza/Like a Dragon, yang dikenal di Jepang sebagai Ryū ga Gotoku (龍が如く, "Seperti Naga"), adalah sebuah mahakarya yang lebih dari sekadar permainan video. Ia adalah jendela menuju dunia yang kompleks dan kontradiktif dari Yakuza, organisasi kriminal Jepang yang terstruktur dengan ketat. Seri ini, yang dikembangkan oleh Ryu Ga Gotoku Studio dan diterbitkan oleh Sega, telah memikat jutaan pemain di seluruh dunia dengan narasi yang mendalam, karakter yang tak terlupakan, dan dunia terbuka yang kaya akan detail.
Evolusi dari Beat ’em Up ke RPG: Sebuah Perjalanan Panjang
Seri Yakuza pertama kali muncul pada tahun 2005 di PlayStation 2. Sebagai sebuah game beat ’em up 3D, Yakuza langsung menarik perhatian karena setting-nya yang unik dan cerita yang berani. Pemain berperan sebagai Kazuma Kiryu, seorang Yakuza muda yang baru saja keluar dari penjara setelah sepuluh tahun karena melindungi sahabatnya dari pembunuhan. Kiryu harus berjuang untuk mendapatkan kembali tempatnya di klan Tojo, mengungkap konspirasi yang mengancam stabilitas organisasi, dan melindungi seorang gadis muda misterius bernama Haruka.
Seiring berjalannya waktu, seri Yakuza terus berkembang dan berevolusi. Elemen-elemen RPG mulai ditambahkan, seperti sistem leveling, kemampuan yang dapat ditingkatkan, dan berbagai macam aktivitas sampingan yang dapat dilakukan di dunia terbuka. Seri ini juga memperkenalkan karakter-karakter baru yang kompleks dan menarik, seperti Goro Majima, seorang Yakuza eksentrik dan brutal yang menjadi salah satu karakter paling ikonik dalam seri ini.
Perubahan signifikan terjadi pada tahun 2020 dengan peluncuran Yakuza: Like a Dragon. Game ini meninggalkan genre beat ’em up dan beralih ke sistem pertarungan berbasis giliran (turn-based) ala RPG klasik. Pemain sekarang mengendalikan Ichiban Kasuga, seorang Yakuza rendahan yang dipenjara selama 18 tahun karena kejahatan yang tidak dilakukannya. Setelah dibebaskan, Ichiban menemukan bahwa klannya telah dihancurkan oleh pengkhianatan, dan ia harus membangun kembali hidupnya dari awal.
Keputusan untuk mengubah genre ini awalnya menuai kontroversi di kalangan penggemar setia, tetapi Yakuza: Like a Dragon akhirnya terbukti menjadi sukses besar. Sistem pertarungan berbasis giliran memberikan kedalaman strategis yang baru, sementara cerita yang menyentuh hati dan karakter-karakter yang karismatik berhasil memenangkan hati para pemain.
Lebih dari Sekadar Kriminalitas: Drama Manusiawi di Jantung Cerita
Meskipun berlatar belakang dunia kriminal, seri Yakuza/Like a Dragon bukanlah sekadar tentang kekerasan dan kejahatan. Di jantung cerita, terdapat drama manusiawi yang mendalam tentang persahabatan, pengorbanan, cinta, dan kehormatan.
Karakter-karakter dalam seri ini adalah orang-orang yang kompleks dan memiliki motivasi yang beragam. Kazuma Kiryu, misalnya, adalah seorang pria yang teguh pada prinsip-prinsipnya dan selalu berusaha untuk melakukan hal yang benar, bahkan jika itu berarti mengorbankan dirinya sendiri. Goro Majima, di sisi lain, adalah seorang karakter yang lebih ambigu, tetapi di balik penampilannya yang gila, terdapat rasa setia dan kehormatan yang kuat.
Seri ini juga mengangkat tema-tema sosial yang relevan, seperti kemiskinan, diskriminasi, dan korupsi. Melalui cerita-ceritanya, seri Yakuza/Like a Dragon mengajak pemain untuk merenungkan makna keadilan, kebenaran, dan kemanusiaan.
Dunia Terbuka yang Kaya dan Imersif: Jelajahi Kehidupan Malam Jepang
Salah satu daya tarik utama dari seri Yakuza/Like a Dragon adalah dunia terbuka yang kaya dan imersif. Kota-kota fiksi seperti Kamurocho (berdasarkan Kabukicho di Tokyo) dan Sotenbori (berdasarkan Dotonbori di Osaka) dipenuhi dengan detail dan aktivitas yang dapat dilakukan.
Pemain dapat menjelajahi jalanan yang ramai, mengunjungi restoran dan bar, bermain di arcade, bernyanyi karaoke, dan bahkan menjalankan bisnis mereka sendiri. Ada juga berbagai macam substory atau misi sampingan yang dapat ditemukan, yang seringkali lucu, aneh, dan menyentuh hati.
Dunia terbuka dalam seri Yakuza/Like a Dragon tidak hanya berfungsi sebagai latar belakang cerita, tetapi juga sebagai karakter itu sendiri. Ia adalah cerminan dari kehidupan malam Jepang yang dinamis dan kompleks, dengan segala keindahan dan keburukannya.
Warisan dan Masa Depan: Sebuah Seri yang Terus Berkembang
Seri Yakuza/Like a Dragon telah menjadi fenomena global, dengan jutaan penggemar di seluruh dunia. Kesuksesannya telah membuka jalan bagi game-game Jepang lainnya untuk menjangkau audiens yang lebih luas, dan telah menginspirasi banyak pengembang untuk menciptakan game dengan cerita yang lebih kompleks dan karakter yang lebih manusiawi.
Dengan peluncuran Like a Dragon: Infinite Wealth pada tahun 2024, seri ini terus berkembang dan bereksperimen dengan ide-ide baru. Ichiban Kasuga, sebagai protagonis baru, telah membawa energi dan perspektif yang segar ke dalam seri ini.
Masa depan seri Yakuza/Like a Dragon terlihat cerah. Dengan cerita yang menarik, karakter yang tak terlupakan, dan dunia terbuka yang kaya, seri ini memiliki potensi untuk terus memikat pemain selama bertahun-tahun yang akan datang.
Kesimpulan
Yakuza/Like a Dragon lebih dari sekadar game video. Ia adalah sebuah karya seni yang menggabungkan aksi, drama, humor, dan komentar sosial. Seri ini adalah jendela menuju dunia yang kompleks dan kontradiktif dari Yakuza, tetapi juga merupakan refleksi dari kemanusiaan kita sendiri. Jika Anda mencari pengalaman bermain game yang mendalam dan tak terlupakan, maka seri Yakuza/Like a Dragon adalah pilihan yang tepat. Ia akan membawa Anda dalam perjalanan yang penuh dengan emosi, kejutan, dan penemuan.